12 August 2012
12082012
12812
nice date, nice memories.
hari itu kamu ulang tahun.
hari itu aku banyak mengeluarkan air mata.
bukan air mata karena kamu menyakiti aku seperti sekarang, tapi air mata karena takut kehilangan kamu. air mata perpisahan. air mata tidak ingin berakhir.
hari itu terasa singkat tapi memiliki banyak kenangan.
iya hari itu aku rasakan cepat sekali berlalunya.
hari itu dimulai dengan perayaan ulang tahun kamu, kamu dibawa dan diikat di pohon, disirami dengan segala macam, entah apa.. lalu ada kembang api yang sengaja dibeli untukmu.. dan aku membawakanmu kue dengan lilin di atasnya..
setelah semua itu selesai, kamu marah dan aku menemanimu di sana.
kemarahanmu usai dan bergabung dengan kami di belakang. aku memberikanmu kue dan kado..
lalu aku memintamu ke kamar. aku memberikanmu kado lagi. aku harap kamu suka. yah hanya itu karena tak sempat mencari yang kamu benar-benar suka. tak ada di sana.
ah bantal Harpa…… pasti kuenya kamu juga deh, makasih banget yah..
kamu cium aku dan aku bilang sama-sama.
kita membahas isi sms yang aku kirimkan untukmu, kamu bilang takkan melupakan aku, dan kini aku tau itu hanya sebuah ucapan yang selalu dikatakan laki-laki, sama halnya denganmu. hanya sebuah ucapan untuk menenangkan aku. tapi tidak pernah kamu lakukan. kamu hilang.
aku nyanyikan selamat ulang tahun tapi kamu pundung.. haha aku suka sekali melihat kamu sedang seperti itu.. aku tanya berapa umurmu, 21 tahun ya sekarang? lalu aku menciummu sebanyak itu.
hari itu hari minggu, hari terakhir kita sebelum besoknya kembali ke kehidupan masing-masing, kehidupan yang tidak ada kamu di sana.
pagi itu kita packing.. sambil ditemani lagu Mocca - I Remember, Sheila on 7, dan lagu lainnya yang membuat air mataku tak bisa kubendung..
lalu siangnya kita berempat pergi ke rumah Arman. di sana kamu bilang tidak ada yang cinlok di antara kelompok kita. padahal aku mencintaimu, dan mungkin kamu menyadarinya, tapi tidak mau mengakuinya.
malamnya aku menangis lagi di atas punggungmu, memelukmu. tak ingin berakhir. masih kurang. coba seminggu lagi. seperti katamu..
kamu menawarkan kita tinggal bersama di sana berdua saja, ah kamu penuh kata-kata manis, sayang.
kamu meninggalkanku, membiarkanku menangis sendiri.
aku berusaha mengontrol emosiku. mengontrol tangisku.
sampai aku terlelap.
kamu membangunkanku, aku ingat kamu mengecupku.
lalu kita harus pergi, aku membangunkanmu, kamu bilang kamu belum cium aku, aku bilang masih bisa di Bandung.
ah ini sudah besoknya.
13 Agustus 2012
aku masih sama kamu.
masih dibonceng kamu.
masih meluk kamu dengan erat.
masih dengan senyum bahagia yang aku punya cuma buat kamu.
aku lebih suka menuliskan yang indah tentang kita walaupun berakhir dengan tidak indah.aku tidak pernah mengira atau bahkan membayangkan kita akan berakhir seperti ini, seperti tidak saling kenal, bukan akhir yang aku inginkan, bukan yang pernah aku impikan.aku tidak menyangka aku akan kehilangan kamu. aku tidak menyangka kamu akan menjauh dari aku, menghilang..biarkan semua yang aku kenang dari kamu adalah hal-hal yang indah dan menyenangkan.sehingga di tiap malam sebelum aku tertidur dan di tiap pagi aku bangun, aku selalu mengingatmu seperti dulu, seakan tidak ada yang berubah.setiap malam aku memimpikanmu, setidaknya di dalam mimpiku kita bersama, seperti dulu. walaupun di mimpi terkadang kamu menggunakan nada bicara yang aku tak suka.saat aku melihatmu di dunia nyata, kamu sangat jauh. jauh bahkan untuk aku sapa. aku hanya tidak bisa mendekatimu seperti dulu. seperti ada tembok pemisah antara kita. aku, kamu, dan keinginanmu untuk menjauh.aku hanya bisa menuangkan di sini. aku tau kamu tidak suka. maaf. aku cuma tidak tau lagi harus cerita ke mana.aku merindukanmu. rindu sekali. sangat. teramat sangat rindu sama kamu.apa kamu tidak bisa merasakannya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar