entah apa yang salah dari aku, entah kalau itu memang ada pada kamu. entah sejak kapan jadi begini, jadi canggung seperti kita menjadi mantan dari sebuah hubungan. kita tidak berpacaran, bahkan mengucapkan perasaan masing-masing tentang hubungan yang kita jalani, tentang perasaan aku ke kamu dan kamu ke aku, ga pernah.
dulu, kita mulai darimana? apa yang bisa membuat kita menjadi seperti itu? yang kuingat berawal dari canda, dari tawa.. dari kebiasaanmu menjahiliku, dari kebiasaanku yang memanjakanmu..
kenapa? kenapa kalau itu hanya sementara, kenapa kalau rasa yang ada pada saat itu hanya sekejap saja, kenapa tidak dari semula Tuhan memadamkannya? kenapa hingga kini.. hingga sudah selama ini, hingga sudah tak ada lagi komunikasi antara kita, aku masih saja memikirkanmu, merindukanmu, menyayangimu..
kenapa? kenapa aku harus jatuh cinta padamu? bukannya kamu sudah memperingatkan aku untuk hati-hati nanti aku bisa suka padamu? kamu begitu mudah dicintai, kamu menebar kebahagiaan, kamu menebar asmaramu kemana-mana.. terkadang aku bingung apa itu buat aku juga?
kenapa? kenapa dulu terasa nyata? hanya dari sentuhan, senyuman, pelukan, atau bahkan ciuman aku bisa merasakan setidaknya ada sedikit rasa untuk aku? tapi kalau memang dari dulu tidak, ah begitu hebatnya kamu membawaku hingga jauh.. betapa hebatnya kamu membuat aku menjadi seperti itu, seperti ini..
apa yang kamu lakukan dulu? apa yang mendasarimu? nafsu? kesepian? keadaan? apa? sedangkan aku menjaga ekspresiku di depan banyak orang, menyembunyikan cemburuku saat kamu dengan yang lain..
apa kata-katamu di bbm itu benar? apa hanya sebatas simbiosis saja? hanya itu? tidak ada rasa sedikitpun? apa aku terlalu bodoh untuk menyadarinya? apa aku terlalu takut untuk mengiyakan kalau kamu memang tidak ada sedikit saja menyimpan rasa untukku?
kenapa cuma aku yang merasakan keindahannya kebersaaman kita?
kenapa cuma aku yang berharap itu akan menjadi lebih dari yang bisa aku bayangkan?
rasanya sakit menyadari aku jatuh cinta padamu.. sedangkan kamu tidak..
aku tidak menyesal, seperti kataku di setiap tulisanku, aku tidak menyesal mengenalmu, melakukan apapun bersamamu, yang aku sesali aku tidak pernah mengungkapkan isi hatiku, atau sekedar berusaha mengajakmu bicara tentang itu.. aku menyesal tidak berusaha mengejarmu dari awal dan hanya berharap kamu melakukan itu..
aku menyesal tidak melakukan apapun untuk mendapatkan kebahagiaanku, mendapatkan kamu..
kamu tau bukan prinsipku mencintai tak harus memiliki. bukan kebiasaanku mencintai yang bukan milikku. karena itu BULLSHIT!! tapi aku bisa apa? bisa apa aku saat aku jatuh cinta sama kamu? hanya bisa diam dan memendam.
apa yang paling aku rindukan dari kamu? aku.
aku rindu aku yang bersama kamu. aku rindukan kamu. aku rindukan kita. aku rindukan setiap detik kebersamaan yang kita bangun.
bayangkan. setiap hari, dari malam ke malam lagi, dari pagi sampai paginya lagi, dari subuh ke subuh. aku sama kamu.
bagaimana bisa aku menahan hatiku tidak mencintai kamu? terlebih sikapmu kepadaku.
aku pernah berhadapan dengan orang seperti kamu. harusnya aku tau cara menghadapimu. tapi aku dibutakan oleh cintaku akan kamu. akan kehausanku pada kebersamaan dengan kamu.
aku tau kamu lebih suka dikejar daripada didiamkan. aku tau kamu lebih suka aku memanjakanmu. aku tau kamu lebih suka diperhatikan. dan aku tau kamu. aku tau apa yang kamu suka dan tidak. aku tau kebiasaanmu. aku tau bagaimana membuatmu marah dan membuatmu tersenyum kembali.
kamu bisa bikin aku lebih suka mendengarkan daripada berbicara. mendengarkan ceritamu. mendengarkan amarahmu.
aku tidak tau kenapa kamu suka sekali marah ke aku, seolah-olah ada tulisan di jidatku “silakan marah, hati yang punya terbuat dari batu kok”
aku bercerita pada orang yang seengganya kenal sama kamu, dia bilang “masa sih stel dia suka marah?” jawaban aku cuma…. gak tau aku juga.
tapi yang lebih anehnya lagi kamu marah cuma ke aku. yang lain kayaknya ga kebagian tuh… tapi aku merasa spesial kok, seengganya cuma ke aku kamu memperlihatkan sisi kamu yang itu..
apa momen yang paling aku rindukan dari kita? semua.
tiap ingin pergi tidur, kamu mengajakku di sampingmu.. tidak lantas kita langsung tertidur, kamu terlebih dulu memainkan rambutku, kesukaanku. walaupun pada awalnya tidak terasa enak haha kamu belajar dengan cepat.
menatapmu, menatapmu dalam tidurmu, melihatmu dari terjaga hingga akhirnya terlelap, rasanya kalau ga ngantuk, aku lebih suka memandangimu daripada tidur..
mendengar dengkurmu yang kadang menyulitkanku untuk terlelap..
bangun di pagi hari, kamu ada di sampingku, menunggumu terbagun, dan saat kamu bangun, kamu tersenyum dengan tatapan itu, tatapan yang selalu membuatku jatuh dalam cinta.. lalu kamu memelukku dan mengecupku hangat..
kamu tau? cuma kamu. yang pernah menghabiskan malam hingga pagi dan kembali malam denganku.
mungkin bagimu itu biasa. mungkin keadaan seperti itu tak berarti. tapi aku? pernahkah bertanya tentang perasaanku terhadapmu? kenapa tidak? apa kamu takut mendengar jawabku yang ternyata iya memiliki rasa untukmu? kamu takut tidak bisa membalasnya karena bagimu itu hanya sebuah momen yang tak berarti?
ah sekecil apapun kenangan itu, mengapa tak bisa hanya aku lupakan seperti kamu melakukannya?
saat moodmu hilang dan aku tak ada, begitu aku pulang kamu mencariku dan mengajakku pergi, mungkin untuk mengembalikannya, mungkin.
aku suka menatap langit di kala malam, di atas motor. dan kamu mengkhawatirkan aku, takut aku tertidur. tidak, itu hanya kebiasaanku mengisi waktu luang dalam perjalanan.
kita sering pergi bersama, menanyakan arah tujuan kemana seharusnya kita tuju.
kita berbagi malam, berbagi tempat, berbagi selimut di kala dingin yag kian menusuk.
kamu tak lelah menggendongku, mengantarkan aku hanya untuk ke kamar mandi. menggendongku dari luar rumah hanya untuk melewati pintu.
aku tak bosannya membereskan apa yang kamu tumpahkan, yang kamu pecahkan, atau yang berantakan karena kecerobohanmu.
aku suka sekedar mengambilkan makanan untukmu, mengambilkan minum saat kamu sedang makan, atau saat aku tau kamu membutuhkan air untuk menghilangkan dahagamu.
kamu begitu manja, hanya untuk pergi ke tukang jahit yang tempatnya hanya beberapa rumah dari rumah itu saja kamu memintaku menemanimu.
kamu ingat saat aku merengek mengajakmu keluar karena bosan? atau saat aku merengek minta dijemput dari sekolah? walaupun aku minta itu bukan ke kamu, kamu yang datang menjemputku…. dengan marahmu.
kamu ingat kita sering mencoba makanan. bersama?
kamu ingat kita selalu mengerjakan tugas bersama?
kamu memintaku menemanimu saat mengerjakan skenario untuk video yang kamu kerjakan.
aku memintamu menemaniku membuat powerpoint untuk seminar.
kamu ingat apapun yang kamu lakukan tidak pernah membuatku ilfeel atau jijik dengan kelakuan jorokmu.
kamu ingat pernah menciumku saat aku hendak ke kamar mandi? di dapur saat aku akan masak? dan ketika kita tak sengaja berpapasan di ruang tamu?
kamu ingat kita sering menonton film di laptopmu?
kamu ingat kamu lebih suka bersamaku di kamar itu daripada di luar sana bersama mereka? tapi karena kamu harus dan tidak enak kamu keluar dan kembali padaku.
kamu ingat ketika kita hanya berdua saja di rumah itu, sedangkan yang lain sedang sibuk membereskan perpisahan, kita berandai-andai bagaimana kalau yang lain melihat kita sedang bermesraan? dan ketika mereka datang kita langsung akting seakan-akan tidak ada apa-apa.
kamu ingat ketika mereka iri kita akan pergi ke Bandung? mereka bilang saat kita pulang mereka tidak ada, dan kamu jawab kamu akan lebih senang jika kita hanya berdua, dan itu akan menjadi bulan madu kita.
kamu ingat betapa tidak lelahnya aku memijitmu?
kamu tau apa yang menyakitkan aku? ketika kita berada di rumah kakak dari salah satu teman kita, beliau menanyakan apakah di kelompok kita ada yang jatuh cinta, dan kamu langsung menjawab dengan tegasnya TIDAK. apa kamu tak tau bahwa di situ aku sakit mendengarnya? apa kamu tidak menyadari perasaan aku selama itu?
seharusnya kamu yang paling tau bagaimana perasaan aku, bagaimana perubahan mimik di wajahku.
kamu yang bilang “kamu kaya ga tau habit aku aja” karena kamu tau aku begitu paham akan kamu. dengan singkatnya waktu yang aku habiskan denganmu aku bisa begitu mengenalmu. mungkin karena itu juga aku tidak berusaha mendapatkamu. karena aku begitu tau kamu.
apa kamu tidak bisa merasakan degupan jantungku yang keras ketika berada di sisimu? darahku yang mengalir deras di nadiku. membuat tanganku dingin karena gugupnya.
apa ini benar aku jatuh cinta atau sekedar terlena pada indahnya bersama denganmu? iya aku jatuh cinta. iya sama kamu. kalau tidak buat apa aku merindukanmu di tiap malam dan pagiku? di tiap keceriaanku bersama teman-temanku aku masih merasa sepi, hampa, masih haus akan kebersamaan denganmu.
iya aku jatuh cinta, aku tidak bisa memberikan alasan kepadamu kenapa bisa, bagaimana caranya, dan kenapa ke kamu.
aku jatuh cinta sama kamu karena itu kamu.
kamu tau apa yang paling menyakitkan dari jatuh cinta? tidak bisa memliki. jatuh cinta sembunyi-sembunyi. jatuh cinta sendiri.
aku tau makanan yang kamu sukai, makanan yang tidak kamu sukai.
kamu ingat ketika kamu bilang kotak tertawa aku rusak?
kamu ingat saat kamu bernyanyi di sampingku? di hadapanku.
kamu selalu mengingatkanku agar memakai sweatermu, karena kamu tau aku tidak kuat akan dinginnya malam di sana.
kamu tau setiap apapun yang terjadi pada kamu mereka menanyakannya padaku? mereka pun tau hanya aku yang paham akan dirimu.
kamu ingat betapa aku takut berada di dekatmu ketika kamu marah di hari ulang tahunmu. tapi apa aku tega meninggalkanmu? apa aku tega melihatmu seperti itu?
kamu ingat ketika kita berbagi permen untuk merasakan manisnya?
kamu ingat betapa rusuhnya kamu mengolesi tubuhmu dengan lotion cocoa kesukaanku karena kamu tau aku tidak suka akan bau rokok yang menempel di seluruh bajumu.
kamu ingat kamu tidak ingin di dekatku saat aku menggunakan minyak kayu putih padahal tanganku digigit nyamuk. dan kamu menunggu bau itu hilang untuk mau di dekatku.
kamu ingat kita sama-sama ga suka dikasih pantat? dibelakangi?
kamu ingat betapa kamu tidak bisa menahan pundungmu ke aku? dan aku yang berusaha bertahan lebih lama pundungnya dari kamu.
kamu ingat bagaimana kamu membuatku tertawa?
yang aku tak habis pikir, kenapa kamu ga ngucapin selamat ketika aku ulang tahun? setega itukah kamu? aku menunggu ucapan darimu tapi tak kunjung ada. tapi aku tak peduli. itu tak cukup sakit untuk menghapus rinduku.
sesakit apapun hatiku akan perlakuanmu akhir-akhir ini. asal aku bisa bertemu kamu. berkomunikasi denganmu. kamu pikir aku peduli? sakit ini nagih. nagih asal bisa bersama. dan entah bagaimana lagi cara yang harus aku tempuh hanya untuk itu.
kamu ingat kamu menggenggam tanganku erat ketika kamu hendak tidur? dan ketika aku melepaskannya, kamu mencarinya dan memeluknya seakan tidak boleh ada yang mengambilnya.
kamu ingat saat aku ingin bangun, kamu kembali memelukku agar aku tetap di sampingmu?
kamu tau aku suka saat kamu tak bosannya memelukku.
kamu tau aku bosan mendengar orang bertanya tentang kita. orang-orang bilang kita cocok. mereka mendukung, mendoakan. aku muak mendengarnya. mereka peduli sedangkan kamu tidak.
kamu ingat kata-kata terakhir ku di ucapan selamat ulang tahun untukmu? itu doa dan harapanku, JANGAN LUPAIN AKU YA!
iya aku takut kamu melupakan aku. aku mungkin sudah punya firasat akan itu.
dan kamu ingat kamu bilang apa kala itu? “iyalah stel, aku ga akan lupain kamu, aku akan selalu ada, kita satu kampus, sama-sama di UPI, kamu tinggal sms aku, aku pasti datang ke kamu”
aku cuma bisa senyum. karena semua itu PALSU! lihat sekarang!! untuk bbman saja kita jarang. kamu tau aku kangen banget!
kamu ingat malam terakhir kita? kamu ingat saat aku memelukmu saat kamu tidur dan menangis di atas punggungmu? ah begitu tak ingin kusudahi semua kebersamaan kita. dan kamu ingat kamu bertanya “masih kurang ya stel? coba seminggu lagi ya?”
kamu tau di malam terakhir kita aku masih menunggumu bertanya tentang hubungan kita. tapi tidak. kamu tetap diam.
KENAPA LO BUAT GUE KAYA GINI? KENAPA LO BIKIN SEMUANYA KELIATAN NYATA DULU? KENAPA? LO GA TAU GUE SAKIT! LO GA TAU GUE SUKA NGELIATIN FOTO KITA SAMBIL TERUS NANGIS! LO GA TAU TIAP BANGUN SAMA PERGI TIDUR ITU MOMEN YANG GUE BENCI SEKARANG KARENA SAAT ITU SAAT DI MANA GUE PALING KANGEN SAMA LO!!!
sekarang. emang udah terlambat. buat aku ngungkapin semuanya.
tapi aku cuma mau bilang aku minta maaf atas semua kesalahanku.
dan yang paling aku ingin kamu tau, aku mencintaimu.
dari yang paling merindukan kamu,
aku.
doakan aku semoga cepat kulupakan kamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar